Selamat datang di website Credit Union Angudi Laras

Pelatihan teknis

PELUANG USAHA BUDIDAYA JERUK PURUT

Share:
PELUANG USAHA BUDIDAYA JERUK PURUT

PELUANG USAHA BUDIDAYA JERUK PURUT

Oleh Aan dan Sulis

 

Peluang usaha budidaya jeruk purut ternyata dapat menjadi peluang usaha yang cukup menjanjikan. Terbukti permintaan pasar yang setiap hari selalu bertambah, baik di pasar lokal maupun untuk perusahaan yang bahan produksinya menggunakan daun jeruk purut.

Meskipun daun dan kulit buah jeruk purut bisa digunakan sebagai bumbu dalam keadaan kering, untuk bumbu dapur atau penyedap masakan cenderung menyukai daun dan kulit buah yang masih segar. Oleh karena itu, daun jeruk purut diperlukan dalam keadaan segar setiap hari, namun dalam jumlah yang terbatas. Dalam kemasan dan ruang penyimpanan yang baik, daun jeruk purut bisa bertahan selama sekitar satu minggu.

 

Analisis Peluang Usaha Budidaya Jeruk Purut

Keunggulan tanaman jeruk purut adalah sekali menanam, panen berkali-kali. Dengan luas 1 ha, setiap tahun minimal panen 2 ton daun jeruk purut. Panen dilakukan tiap 6 bulan daun jeruk purut. Panen dilakukan tiap 6 bulan sekali untuk umur 1 tahun panen pertama dari masa penanaman awal. Harga daun jeruk purut Rp 10.000/kg dengan batang. Harga daun jeruk purut bisa naik gratis menjelang hari-hari besar atau lebaran berkisar ± Rp 5.000 – Rp 20.000/kg dengan biaya produksi 6 juta per tahun dan penjualan 20 juta  per tahun, kami mampu meraup keuntungan bersih 14 juta.

 

Proses Tanaman Jeruk Purut

Sebagai persyaratan benih bibit jeruk purut yang baik dan direkomendasikan di tanam berasal dari perbanyakan vegetative yaitu berupa penyambungan tunas. Sebelum menanam bibit jeruk purut, sebaiknya perhatikan luas halaman, hitung pula berapa pohon yang akan di tanam, sebaiknya jarak tanam diatur sekitar 100 x 100 cm.

Perawatan Tanaman Jeruk Purut

Dalam proses budidaya jeruk purut, sebenarnya untuk perawatan terbilang mudah. Beberapa hal yang perlu dilakukan adalah pemangkasan cabang jeruk, waktu dan lama penyimpanan, dan proses pemupukan.

Pemangkasan cabang jeruk purut ada 2 jenis. Pertama, pemangkasan dasar merupakan pemangkasan yang dilakukan setelah tinggi tanaman tanah melebihi 60 cm (sekitar umur 1 tahun dari penanaman awal). Hal tersebut dilakukan dengan tujuan untuk mendapatkan percabangan dan bentuk pohon yang lebih baik, agar selanjutnya dapat berproduksi optimal dan memudahkan perawatan kebun.

Pemotongan  batang utama, pemeliharaan  tunas, kemudian pemilihan dan pemeliharaan cabang utama merupakan tahapan pemangkasan dasar. Kedua, dilakukan bersamaan atau setelah panen. Tujuannya untuk menjaga kesehatan, kestabilan produksi, dan kualitas buah, serta untuk peremajaan dan pembentukan profil pohon.

Penyimpanan jeruk purut dapat dilakukan setiap 2 minggu sekali di musim kemarau. Sedangkan untuk pemupukan jeruk purut sebaiknya dilakukan sebelum panen kurang 2 minggu dan setelah panen. Tujuannya sebelum panen untuk menjaga kualitas daun lebih baik atau berbobot, setelah panen bertujuan untuk kesuburan tanaman jeruk purut itu sendiri.

 

Pemasaran Daun Jeruk Purut

Pemasaran dikirim ke Pasar Induk Cibitung, Bekasi, Jawa Barat. Pengiriman daun jeruk, dilakukan setiap hari ± 100 kg pada hari-hari biasa, menjelang lebaran permintaan akan bertambah 2-3 kali lipat hari biasa. Selain permintaan lokal untuk kalangan sendiri/ homemade seperti campuran pada peyek, kacang bawang, sambal, dan yang lainnya. 

  

 

Author Image

Anggota Pengurus CUAL bagian Pemberdayaan

Artikel Terkait: