Membangun Kepemimpinan di Credit Union: (Belajar dari 5 Levels of Leadership – John C. Maxwell)
OD – Organizational Development di Puskop CU Indonesia – yang difasilitasi oleh seniorku Pastor DR. Fredy Rante Tarukh, Pr. Di Aula Raeffeisen Pontianak, 28-29/1-2025, sangat inspiratif.... Beliau mengingatkan ami tentang Kepemimpinan di CU yang seharusnya" Saya sependapat dengan pastor Fredy RTante Taruk karena memang Lebih dari 15 tahun, saya memasuki dunia Credit Union, dari aktivis di CU Angudi Laras hingga di Komite PuskopCU Indonesia... Saya mengamati bahwa dalam banyak Credit Union (CU), kepemimpinan sering kali masih dipahami sebatas jabatan struktural. Ketika seseorang terpilih menjadi pengurus, pengawas, atau manajer, ia otomatis disebut pemimpin.
Saya bersyukur bisa hadir sebagai Anggota Komite KP.4 PuskopCUina. Tulisan ini kubuat menjadi “oleh-oleh” buat para insan CU yang sekalipun tidak bisa mengikuti kegiatan di Federasi Nasional CU, namun tetap bisa merasan manfaatnya. utamanya tentang kepemimpian di CU dengan memperhatikan 5 Levels of Leadership yang dikembangkan oleh John C. Maxwell.
Padahal, realitas di lapangan menunjukkan bahwa jabatan tidak selalu melahirkan pengaruh, dan pengaruh tidak selalu lahir dari jabatan. John C. Maxwell dengan jernih mengatakan bahwa leadership is influence—nothing more, nothing less. Kepemimpinan bukan pertama-tama soal posisi, melainkan soal sejauh mana seseorang memengaruhi orang lain ke arah yang lebih baik. Dalam konteks Credit Union—yang berakar pada nilai solidaritas, kepercayaan, dan partisipasi anggota—pemahaman ini menjadi sangat penting. Tulisan ini mengajak kita membangun kepemimpinan CU secara bertahap: bergerak dari kepemimpinan karena jabatan menuju kepemimpinan karena keteladanan, dengan belajar dari kerangka 5 Levels of Leadership yang dikembangkan oleh John C. Maxwell.

1. Credit Union dan Tantangan Kepemimpinan
Credit Union bukan sekadar lembaga keuangan, melainkan gerakan sosial-ekonomi berbasis anggota. Karena itu, tantangan kepemimpinan di CU tidak hanya menyangkut target keuangan, tetapi juga:
- Kepercayaan anggota
- Integritas pengelolaan
- Partisipasi demokratis
- Keberlanjutan jangka panjang
Banyak CU runtuh bukan karena kekurangan modal, melainkan karena krisis kepemimpinan: konflik internal, penyalahgunaan wewenang, lemahnya kaderisasi, dan hilangnya keteladanan moral. Di sinilah CU membutuhkan pemimpin yang tidak hanya memegang jabatan, tetapi menjalani kepemimpinan.
2. Kepemimpinan sebagai Proses Bertumbuh
Maxwell menegaskan bahwa kepemimpinan adalah perjalanan, bukan status instan. Setiap pemimpin—sadar atau tidak—sedang berada pada satu level tertentu. Kabar baiknya: setiap level bisa dipelajari dan ditumbuhkan.
Lima level kepemimpinan ini tidak meniadakan jabatan, tetapi melampauinya. Jabatan hanyalah pintu masuk. Keteladanan adalah tujuan akhirnya.
3. LEVEL 1 – Position: Kepemimpinan karena Jabatan
Pada level ini, orang mengikuti pemimpin CU karena aturan dan struktur. Dalam organisasi, level ini mutlak diperlukan agar ada kejelasan tanggung jawab.
Namun jika kepemimpinan berhenti di sini, yang muncul adalah:
- Kepatuhan tanpa komitmen
- Relasi kaku
- Kritik dianggap ancaman
Dalam CU, kepemimpinan level posisi sering tampak dalam gaya komunikasi satu arah dan keputusan tertutup. Pemimpin dihormati, tetapi tidak selalu dipercaya.
Jabatan penting, tetapi jabatan bukan tujuan akhir kepemimpinan.
4. LEVEL 2 – Permission: Kepemimpinan karena Relasi
Di level kedua, pemimpin mulai membangun kepercayaan dan kedekatan. Anggota dan karyawan mengikuti bukan karena harus, tetapi karena mau.
Dalam CU, ini tampak ketika:
- Pengurus mau mendengar suara anggota
- Manajer hadir dan mudah diakses
- Relasi kerja terasa manusiawi
Namun, relasi tanpa arah dapat membuat organisasi nyaman tetapi stagnan. Pemimpin CU tetap harus berani mengambil keputusan sulit demi kebaikan bersama.
5. LEVEL 3 – Production: Kepemimpinan karena Kinerja
Kepemimpinan mulai matang ketika menghasilkan dampak nyata. Di level ini, pemimpin CU mampu menerjemahkan nilai menjadi sistem dan hasil.
Ciri khasnya:
- Kinerja keuangan sehat
- Pelayanan anggota meningkat
- Kepercayaan publik menguat
Bahaya level ini adalah ketika hasil dijadikan satu-satunya ukuran keberhasilan. CU bisa terlihat sukses, tetapi rapuh di dalam jika manusia diabaikan.
6. LEVEL 4 – People Development: Kepemimpinan yang Mengembangkan Orang
Inilah jantung kepemimpinan berkelanjutan. Pemimpin CU tidak hanya bekerja untuk organisasi, tetapi membangun orang-orang di dalamnya.
Tanda-tandanya:
- Kaderisasi berjalan
- Delegasi nyata
- Pemimpin baru diberi ruang bertumbuh
CU yang mencapai level ini tidak takut kehilangan figur sentral, karena kekuatan ada pada sistem dan manusia yang dibangun.
7. LEVEL 5 – Pinnacle: Kepemimpinan karena Keteladanan
Level tertinggi ini sangat langka. Pemimpin di level ini dihormati bukan karena jabatan, tetapi karena integritas hidup dan warisan nilai.
Dalam CU, pemimpin level 5:
- Menjadi rujukan moral
- Dikenang karena pengaruh, bukan kekuasaan
- Membentuk budaya organisasi yang sehat
Keteladanan tidak bisa diperintah, hanya bisa diteladani.
8. Dari Jabatan Menuju Keteladanan
Perjalanan lima level kepemimpinan menunjukkan satu arah jelas: semakin tinggi level, semakin kecil ketergantungan pada jabatan. Kepemimpinan sejati justru semakin rendah hati, terbuka, dan melayani.
Bagi Credit Union, ini berarti:
- Kepemimpinan harus berakar pada nilai CU
- Struktur melayani manusia, bukan sebaliknya
- Jabatan adalah sarana, bukan tujuan
9. Implikasi Praktis bagi Credit Union di Indonesia
Membangun kepemimpinan CU yang matang membutuhkan:
- Pendidikan kepemimpinan berkelanjutan
- Sistem kaderisasi yang serius
- Budaya evaluasi dan refleksi
- Keberanian menegur dan ditegur
Pertanyaan kuncinya bukan: siapa pemimpin kita? Melainkan: pemimpin seperti apa yang sedang kita bangun?

Begitulah .... Membangun kepemimpinan di Credit Union berarti membangun manusia, budaya, dan nilai, bukan sekadar struktur. Model 5 Levels of Leadership dari John C. Maxwell menolong kita memahami bahwa kepemimpinan yang matang selalu bergerak dari jabatan menuju keteladanan. Credit Union yang kuat bukan hanya yang sehat secara finansial, tetapi yang dipimpin oleh orang-orang yang layak diteladani.
Pontianak, 31 Januari 2026
BY. Lukas E. Sukoco, Anggota Komite KP.4 PuskopCUina - (CU Angudi Laras Purworejo)
Catatan Kaki
- John C. Maxwell, The 5 Levels of Leadership: Proven Steps to Maximize Your Potential (New York: Center Street, 2011).
- John C. Maxwell, Developing the Leader Within You (Nashville: Thomas Nelson, 2005).
- Peter G. Northouse, Leadership: Theory and Practice (Thousand Oaks: Sage Publications, 2019).
- International Co-operative Alliance, Guidance Notes to the Co-operative Principles (2015).
- Robert K. Greenleaf, Servant Leadership (New York: Paulist Press, 1977).
Ketua Pengurus CU Angudi Laras



